Analisis struktur dan biaya gedung tahan gempa dengan sistem pelat cendawan

Yodith Revanno, 1441320071 (2018) Analisis struktur dan biaya gedung tahan gempa dengan sistem pelat cendawan. Sarjana Terapan thesis, POLITEKNIK NEGERI MALANG.

[img] Text
1441320071_full_text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] Text
1441320071_open_access.pdf

Download (914kB)

Abstract

Sistem struktur yang umumnya digunakan di Indonesia yaitu sistem pelatbalok. Dengan berkembangnya kebutuhan terhadap gedung bertingkat, muncul inovasi sistem struktur baru pada sistem pelat. Pelat cendawan yaitu struktur pelat beton bertulang yang langsung ditumpu oleh kolom tanpa melalui balok. Skripsi ini bertujuan untuk mendesain dua tipe model pelat cendawan agar didapat konfigurasi tebal penebalan dan lebar penebalan yang optimal untuk diterapkan pada objek yang ditinjau, lalu dibandingkan dari segi biaya dengan penggunaan pelat-balok. Data yang dibutuhkan adalah gambar kerja lantai 7 gedung Rumah Sakit dr. Soedono kota Madiun seluas 1.324m2. Analisis dilakukan dengan cara memvariasikan tebal dan lebar penebalan pelat pada pelat cendawan menggunakan metode design by analysis mengacu pada peraturan SNI 2847:2013 tentang tata cara perhitungan struktur beton untuk bangunan gedung. Beban yang diberikan berupa beban mati, hidup, dan gempa sesuai peraturan 1726:2012. Lantai gedung yang ditinjau awalnya menggunakan sistem pelat -balok konvensional diganti menjadi pelat cendawan. Hasil yang diperoleh dari analisis struktur pelat cendawan yaitu makin tebal penebalan pada struktur pelat cendawan, maka semakin kuat struktur menahan gaya geser pons; semakin lebar daerah penebalan maka semakin kecil tegangan maksimal daerah lapangan yang terjadi; dimensi optimal pelat cendawan hasil analisis didapat tebal pelat 200mm; tebal drop panel 200mm; lebar drop panel 2000mm; tulangan jalur kolom pelat cendawan yaitu D22-100; tulangan jalur tengah diperoleh D16-250; simpangan antar lantai dan hubungan balok-kolom sudah dikontrol kuat terhadap beban gempa yang terjadi; pelat cendawan membutuhkan material besi dan beton lebih banyak dibandingkan dengan sistem pelat-balok konvensional, maka ditinjau dari segi biaya penggunaan sistem pelat cendawan lebih mahal dari pelat beton konvesional. Kata Kunci: sistem pelat lantai, pelat cendawan , geser pons, tegangan, gempa

Nomor Panggil

624.177 2 REV C1

Nomor Register

009/DIV-MRK/2018

Item Type: Thesis (Sarjana Terapan)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: sistem pelat lantai, pelat cendawan , geser pons, tegangan, gempa
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 624 Civil engineering > 624.1 Structural engineering and underground construction > 624.17 Structural analysis and design > 624.177 Structural design and specific structural elements > 624.177 2 Beams, girders, cylinders, columns, slabs
Divisions: Jurusan Teknik Sipil > D-IV Sarjana Terapan (TS) > Manajemen Rekayasa Konstruksi (MRK)
Depositing User: Mr. Robbi Rakhmawan
Date Deposited: 12 Mar 2020 05:44
Last Modified: 12 Mar 2020 05:44
URI: http://repository.polinema.ac.id/id/eprint/490

Actions (login required)

View Item View Item